Jumat, 16 Februari 2018

Haru Biru Meet Up Blogger Muslimah Bersama Teteh Khadija



Usia 0-13 tahun dekatkan anak dengan agama. Maka ketika suatu hari nanti ia tersesat dan ingin kembali, ia sudah tahu jalan pulang.

Demikianlah salah satu pesan teteh Khadija atau yang selama ini lebih dikenal sebagai Peggy Melati Sukma.

Bertempat di Proxsis, yang beralamat di gedung Permata, Kuningan, kali ini Blogger Muslimah Meet Up mengambil tema 'Muslimah Berdaya dan Menginspirasi'.



Meskipun sempat macet di sekitaran halte busway Kuningan Timur, Alhamdulillah saya bisa tiba sebelum acara dimulai. Malah suasana di Proxsis masih sepi. Hanya panitia dan beberapa rekan blogger yang sudah tiba. Alhamdulillah dilancarkan. Hehehee.

Masih sepi, euy



Suasana Proxsis masih sama ketika saya pertama kali datang pada acara Milad Blogger Muslimah kemarin. Menyenangkan dan bikin betah.

Ngga nyangka bisa balik ke mari lagi

Begitu tiba, para peserta diberikan goodie bag berisi sebuah hijab dari Hijab Alsa , lengkap dengan brosnya. Hijab bolak-balik dua lapis ini saya pikir akan terasa terasa tidak nyaman, tapi ternyata saya salah. Hijab dengan kombinasi warna hitam-abu justru membungkus kepala saya dengan begitu cantik. Bentuk dahi-nya tidak mletot-mletot. Juga tidak membuat telinga pengang karena ketebalan bahannya. Selain syar'i, hijab ini juga tetap membuat pemakainya modis. Ketika melipat hijab menjadi segitiga, ujung bagian dalam dilebihkan sedikit dari bagian luar, maka hijab kombinasi warna hitam-abu pun membuat pemakainya terlihat cantik. Koleksi lain dari Hijab Alsa bisa dipantengin di ignya @rumahhijab_alsa.



Jam 09.30 acara dibuka oleh MC Fara Alfaza alias Mbak Echa. Dimulai dengan perkenalan dari para peserta Meet Up dengan cara yang unik. Para peserta diminta memperkenalkan diri lalu menyebutkan nama teman-teman yang sudah memperkenalkan diri sebelumnya. Begitu terus hingga sampai pada peserta terakhir.

Sampe komat-kamit hapalin nama teman-teman lainnya, giliran ditanya buyaarrr semua

Mbak Echa juga memberikan hadiah kepada seorang peserta yang tiba paling awal., yaitu Mbak Amelia yang datang jauh-jauh dari Cikupa, Tangerang.

Selamat yaa, Mbak Amel. Perjuanganmu tak sia-sia. hihihii

Setelah kehebohan games dan bagi-bagi hadiah buku, maka acara dimulai dengan sambutan dari Blogger Muslimah Indonesia.


Pada 2018 ini Blogger Muslimah akan mengadakan enam program, yaituuuu:

  1. Meet Up. Seperti yang kini tengah berlangsung. Blogger Muslimah berusaha menghadirkan pada nara sumber yang menginspirasi. Meskipun hal itu agak sulit, mengingat jadwal nara sumber yang sangat padat.
  2. Program Edu Visit Muslimah, seperti mengadakan kunjungan ke kantor media cetak, media online. Bagaimana kode etik dalam menulis, dan lainnya.
  3. Kepribadian Muslimah. Yang ini masih berlangsung dalam group Facebook yang dipandu oleh teteh Ratih Sophie Azizah.  Materi kepribadian muslimah ini membahas dari sisi psikologis dan keagamaan.
  4. Pos Tematik, dengan tema yang berganti setiap bulan.
  5. Program kepenulisan. Program ini sedang digodok hingga program kepenulisan dalam group bisa lebih  interaktif.
  6. Muslimah Trip. Yeayy, ini yang bikin gerr para peserta, termasuk saya. Hahahaa. Penting banget dunk bagi seorang muslimah untuk jalan-jalan. Karena selain dapat mengenal kehidupan di tempat lain, traveling juga dapat  dapat melatih fisik, hati, dan akal. Juga mensyukuri segala ciptakan Allah.



Sambutan dari Proxsis sendiri selaku tuan rumah diwakili oleh Ibu Veny Ferawaty Nirmala Sari selaku Direktur Proxsis IT. Beliau membeberkan program-program dari IT Learning Center yang dimiliki oleh Proxsis, seperti :

  • ITLC Community Meet Up, yaitu menyediakan fasilitas tempat untuk komunitas yang ingin mengadakan acara off air, seperti kopdaran atau Meet Up.
  • ITLC Expert Presents, menyediakan pembicara handal yang berkompeten di bidang per-IT an.
  • ITLC Start Up Incubator, yang akan membantu dalam hal perencanaan bisnis dan usaha di bidang IT.
Cukup menghubungi mereka di cs@itlearningcenter.id.



Akhirnya, yang ditunggu pun tiba. Dengan mengenakan gamis berwarna biru, kerudung cokelat muda dan niqab cokelat tua, kehadiran teteh Khadija langsung menghipnotis para peserta Meet Up. Setelah pembacaan profil singkat Teteh Khadija yang dituturkan oleh Uni Novia, maka dimulailah sesi sharing kami.
Hanya dengan satu pertanyaan, “Bagaimana sih, Teh, perjalanan hijrahnya?” maka mengalirlah cerita proses jatuh-bangunnya hijrah seorang Peggy Melati Sukma yang kini lebih dikenal dengan nama 'Teteh Khadija'. Dari intonasi dan suaranya yang terdengar lincah terlihat sekali kecerdasan Teteh Khadija. Para peserta tidak ada yang bersuara. Semua tertegun mendengar penuturan kisah hijrah beliau.



Teteh Khadija menyebutkan jika dirinya mengalami empat fase dalam hijrahnya tersebut.

Usia 0-13 tahun

Teteh Khadija menjalani kehidupan yang normal di fase ini.  Beliau dibesarkan dalam keluarga sederhana yang begitu dekat dengan agama. Bahkan beliau pernah memenangkan lomba MTQ tingkat Nasional. Karena itu Teteh berpesan agar para ibu membekali anaknya dengan agama. Seseorang yang tersesat akan lebih mudah menemukan jalan pulang jika pernah diajarkan agama, dibandingkan dengan ia yang tidak pernah mengenal agama. Meskipun terlupakan, pada hakikatnya Alquran yang pernah dibaca akan meresap ke dalam jiwa seseorang.

Usia Remaja

Di usia ini Teteh Khadija mulai menyadari bakatnya. Ia mulai mengikuti berbagai audisi dan selalu lolos. Almarhum Arifin C. Nur adalah sutradara pertama yang bekerja sama dengan Teteh Khadija. Dari sana Allah buka pintu popularitas sehingga masyarakat mulai mengenal Peggy Melati Sukma. Berbagai peran dan sinetron mulai membanjiri kehidupannya dan membuatnya jauh dari agama. Nasehat orang tua pun ia abaikan karena tersihir oleh popularitas dunia. Ia merasa telah memiliki segalanya, padahal saaat itu berada dalam keadaan istijrat.
Jika perintah Allah tidak diikuti, maka Allah akan membuka semua pintu kesenangan, inilah yang disebut dengan istidraj.

Masa Transisi

Adalah masa-masa terberat Teteh Khadija. Di kala itu cobaan Allah bertubi-tubi menghantam kehidupannya. Popularitas menurun. Rumah tangga berantakan. Usaha pun gagal. Saat itulah ia mulai kembali mengingat Allah. Teteh Khadija mulai membangun hubungan dengan Allah. Memperbaiki kuantitas dan kualitas dari ibadah-ibadahnya.

Hijrah

Teteh Khadija masih dan akan terus berhijrah. Karena hijrah itu sendiri adalah sebuah perjalanan manusia. Arti hijrah adalah meninggalkan sesuatu yang buruk, menuju hal yang baik. Meninggalkan larangan, menuju perintah Allah. Jika seseorang hanya meninggalkan suatu keburukan, ia belum layak disebut berhijrah.  Hijab yang dikenakan seorang perempuan bukanlah hijrah. Justru itu adalah proposal kepada Allah agar berkenan menggenapkan hijrahnya. Maka Teteh Khadija masih dan akan terus memperbaiki diri.


Terpukau sama tutur kata Teteh Khadija

Sesi sharing ditutup dengan pembacaan Ayat Alquran yang dilantunkan oleh Teteh Khadija sendiri. Surah Al-Waqiah terdengar begitu syahdu, membuat para peserta terpikat. Bahkan ada beberapa yang menahan haru.



Selesai sharing, para peserta diizinkan untuk menikmati sajian di meja bundar yang berisi pot luck yang dibawa tiap peserta. Lengkap banget deh. Dari mulai gorengan sampai buah.



Terdapat juga Ahmah Cake. Egg sponge cake asal Singapore yang banyak penggemarnya di Indonesia. Cake lembut ini fresh from the oven dengan waktu pembuatan sekitar 90 menit (Dan begitu jadi selalu langsung diserbu pengemar). Jadi kamu harus memesan tiga jam sebelumnya agar tidak kehabisan, yaa. Ig @ahmahcakeindonesia 

Dipilih, dipilih, dipilih

Versi jumbo Ahmah Cake. Nyammi..

Sesi terakhir dari Meet Up  kali ini adalah pembagian hadiah yang dipersembahkan oleh Shalira Syar’i. Produsen gamis dan khimar yang syar'i. Intip-intip koleksinya di ig  @ shalirasyar.i.








Alhamdulillah, acara Meet Up Blogger Muslimah berjalan dengan lancar dan sukses, dengan haru biru perjalanan seorang Teteh Khadija. Semoga di lain kesempatan masih bisa mengikuti acara Meet Up yang diadakan oleh Blogger Muslimah lagi.


Huwaa ... Ngga kebagian tempat buat ikutan selpi



Moga sukses dunia-akhirat ya Teh :)





Senin, 15 Januari 2018

Korek Api Terakhir

Pic by Pinterest

Oleh : Nuree Patria

Asap tipis menggulung keluar dari hidungnya yang berair. Ia meniupkan hawa panas ke telapak tangan kecilnya, lalu menggosok-gosokkan ke lengan. Sekali lagi meniupkan hawa panas ke telapak tangan. Menggosokkan secara kuat dan cepat hingga terasa sedikit hangat, lalu menangkupkan ke pipinya yang memerah akibat sengatan dingin.

Gadis sebelas tahun itu melihat sekeliling. Menatap iri pada kesibukan menjelang natal di sekitar. Toko makanan di seberang jalan memajang kalkun panggang besar di depan etalase. Bangunan  tua penuh ornamen khas natal itu terlihat begitu hangat dan nyaman, di antara salju yang turun.

Dengan lutut gemetar menahan dingin, ia berjalan memasuki gang di sebelah toko, lalu meringkuk di sana. Menyelipkan tangannya yang kebas di antara ketiak sambil menekuk tubuh sedemikian rupa. Mencari kehangatan dari dirinya sendiri. Aroma kalkun panggang menguar lewat celah-celah jendela toko. Memberikan sedikit kehangatan. Juga membuat air liur menitik.  

Gadis kecil itu merogoh saku jaket yang telah lusuh. Berharap masih ada sisa uang untuk dibelikan roti kering pengganjal perut. Namun ia hanya menemukan sebuah kotak korek api--pemberian Maria ketika mereka duduk bersama  di dekat stasiun. 

Entah apa maksud wanita berambut perak itu memberikan kotak kecil berisi tiga batang korek api. Maksudnya, ia tahu wanita itu seperti dirinya, sama-sama gelandangan penghuni kota. Jadi untuk apa ia memberikan barang tidak berguna ini? Maria pasti tahu, ia lebih membutuhkan sekerat daging kalkun panggang atau setumpuk kayu bakar yang menyala saat malam natal bersalju. Bukan sekedar secercah api yang menjalari batang kecil ini. 

Gadis kecil itu mengeluarkan korek api pertama.  Yah, setidaknya ketiga korek api tersebut bisa menghangatkannya untuk sekejap, sebelum ia mati kedinginan di pagi menjelang natal. 

Terasa hangat ketika ia menangkupkan telapak tangan. Menjaga agar korek api pertama terus menyala. Ia menoleh ketika merasakan sang ibu duduk di sampingnya sambil memegang sebuah buku, membacakan sebuah dongeng. Perempuan bersanggul itu tersenyum lalu menaruh buku  tersebut di pangkuan. Ia mencubit pipi sang anak. Dengan gemas menggosokkan hidung mereka berdua.  Mengangkat dan mengajaknya berputar-putar. Membuat gaun mereka ikut mengembang. Gadis kecil tertawa riang. Meminta agar mereka berputar lebih cepat lagi. 

Sayang, korek api pertama keburu habis terbakar. Tapi pelukan ibunya masih terasa begitu nyata. 

Gadis kecil itu termangu. Perlahan memeluk tubuhnya sendiri. Ia memandang serpihan batang korek api di atas salju. 

Serta merta ia membuka kotak itu lagi. Mengeluarkan sebatang korek api, lalu memantik kembali. Sepasang mata kelabu membulat ketika gang sempit di hadapannya berubah menjadi sebuah rumah besar, dengan langit-langit yang tinggi. Sang ibu masih tetap dengan senyum terakhir yang diingat. Mengajak menari dengan iringan piano yang berada di ruangan itu. Gadis kecil melihat salju lebat yang sedang turun dari balik jendela rumahnya yang besar. Tapi yang ia rasakan justru sebuah kehangatan. 

Lalu sebuah teriakan menghancurkan saat-saat indah tersebut. Ayahnya sekonyong-konyong menghampiri, memisahkan mereka. Semua berjalan begitu cepat. Lelaki itu memukuli sang ibu, lalu menyeret menuruni tangga. Tapi ibunya berontak, mendorong hingga lelaki itu tersungkur di bawah tangga.

Batang korek terjatuh di atas salju. Mengering garing dimakan api. Tubuh gadis kecil bergetar hebat. 

Ia bangkit, mengusap ingus yang keluar, lalu berlari. Menyeruak kerumunan manusia yang sedang menikmati malam natal. 

Kaki-kaki kebas terus berlari. Membawa langkah terseok ke sebuah rumah besar.  Dengan kaki gemetar menahan dingin, ia mencoba berdiri tegak di depan pintu gerbang. Sepasang tangan mungil mencengkeram erat pagar besi. Berusaha menghilangkan gigil.   

Bangunan tua di hadapannya terlihat begitu dingin dan angkuh. Tidak ada lagi kehangatan yang tersisa   meskipun cerobongnya  meliukkan sisa dari kayu yang tengah terbakar di dalam sana. Tapi ia bisa merasakan kerinduan rumah ini terhadapnya. Seakan mengucapkan selamat datang pada penghuni kesayangan yang telah menghilang bertahun lalu. 

Rumah ini telah memberitahu gadis kecil, tentang setiap sudut paling rahasia dari dirinya. Arti setiap tulisan di dinding, juga terowongan di balik semak-semak yang menuju ke luar. Hanya diketahui oleh mereka berdua.

Gadis kecil itu terkenang penyebabnya menjadi gelandangan penghuni kota selama bertahun-tahun. Suatu malam, ia melihat sesuatu yang menyembul dari balik tanah yang digali anjingnya. Tangan dengan setengah jemari yang telah putus. Tapi ia masih ingat cincin batu berwarna hijau yang melingkari jemari lentik itu. 

Gadis kecil menyentuh kotak korek api di dalam saku jaket tebal yang lusuh. Ia tahu apa yang akan dilakukan dengan korek api terakhir. 


Selasa, 02 Januari 2018

Tempra, Andalan di Saat Demam



Demam adalah meningkatnya suhu tubuh melebihi batas normal. Peningkatan suhu ini adalah usaha tubuh melawan kuman dan bakteri. Demam dapat juga terjadi karena infeksi yang menyerang tubuh. Demam yang terlalu tinggi dapat menyebabkan kejang. Anak yang terlalu sering demam tinggi beresiko terkena ayan ketika dewasa nanti.

Foto by Google

Di zaman dulu para orangtua menggunakan obat alami untuk menurunkan panas si kecil. Dengan memborehkan minyak kelapa, minyak telon atau minyak kayu putih yang dicampur dengan bawang merah. Namun kolaborasi bawang merah dengan minyak telon atau minyak kayu putih hanya bersifat menghangatkan saja. Padahal suhu panas pada tubuh yang sedang demam harus segera diturunkan. Apalagi bau dari bawang putih menambah rasa tidak nyaman pada anak.


Penyebab dan gejala Demam

Bermacam-macam penyebab demam. Salah satunya adalah upaya tubuh untuk melawan kuman penyakit yang masuk ke dalam tubuh. Demam juga dapat terjadi pada saat si kecil tumbuh gigi, infeksi virus, ataupun gejala demam berdarah. Vaksinasi juga beresiko menyebabkan demam. Karena vaksinasi adalah memasukkan bakteri yang telah dilemahkan ke dalam tubuh, maka tubuh akan bereaksi melawan bakteri tersebut sehingga menyebabkan demam.

Gejala-gejala dari demam biasanya diawali dengan rewelnya si kecil. Ini dikarenakan ia mulai merasakan ada yang tidak nyaman dengan tubuhnya, berkeringat dingin, menggigil, radang tenggorokan, dan kehilangan nafsu makan juga keceriaannya.

Pertolongan pertama saat demam

Tidak perlu panik saat anak demam. Kepanikan sang ibu ini justru akan berpengaruh terhadap kondisi anak. Cek suhu tubuh anak dengan termometer secara berkala. Jangan menggunakan rabaan tangan karena tidak akurat. Jika suhu tubuh 37 derajat celcius, maka segera kompres untuk menurunkan suhu tubuhnya. Sebaiknya kompres menggunakan air hangat kuku, karena air hangat dapat membuka pori-pori kulit sehingga panas dalam tubuh dapat segera keluar. Ini disebut dengan terapi thermoregulasi.

Foto by Google


Saat kompres dengan air hangat, maka berikan anak air minum yang banyak untuk mencegah dehidrasi. Oralit dapat digunakan dalam keadaan demam tinggi untuk menggantikan cairan tubuh yang menguap bersama panas. Selain kompres, ibu juga dapat menyeka tubuh si kecil dengan menggunakan air hangat kuku. Hal ini akan mebuat si kecil merasa nyaman.
Foto by Google

Namun bila demam tidak mereda atau justru meningkat, maka saat itulah obat penurun panas diperlukan. Penting sekali memiliki obat penurun panas didalam rumah. Analgetik-Antipyretik tidak hanya dapat digunakan dalam keadaan demam, tapi juga untuk nyeri tumbuh gigi. Juga pegal-pegal yang sering sekali di alami anak-anak karena proses tulang yang sedang bertumbuh.

Parasetamol

Parasetamol adalah pilihan terbaik untuk demam anak. Tidak menyebabkan perih di lambung. Parasetamol aman jika digunakan sesuai dosis yang dianjurkan. Tidak seperti analgetik lainya yang dapat menyebabkan gangguan lambung, parasetamol justru dapat diberikan sebelum makan. Dosis parasetamol adalah 3 kali sehari. Namun untuk demam yang cukup tinggi, penggunaannya dapat diulang setiap 4 jam sekali

Selalu Sediakan Tempra di Rumah

Demam pada anak dapat menyerang kapan saja. Karena itu para ibu sebaiknya menyediakan obat penurun panas di dalam rumah. Tempra Syrup adalah salah satu andalah untuk menghilangkan demam. Terdiri dari Tempra Drop, Tempra Syrup dan Tempra Forte.

Tempra Drop ; Digunakan untuk bayi usia 0-12 bulan. Mengandung Paracetamol 80 mg tiap 0,8 ml. Dosis dapat dilihat di leaflet ataupun disesuaikan dengan berat badan bayi. Parasetamol memiiliki dosis terapeutik 10-15 miligram per kilogram berat badan.

Tempra  Syrup ; Mengandung paracetamol 160 miligram per sendok obat. Dosis ini lebih tinggi dibanding sediaan parasetamol syrup lainnya. Dengan rasa anggur yang manis, parasetamol syrup dapat digunakan untuk anak usia 1 sampai 6 tahun. Gunakan gelas takar yang terdapat di dalam kemasan, agar dosis terapeutiknya dapat tercapai.

Tempra Forte Syrup ; Rasa jeruknya menyegarkan mulut yang terasa pahit akibat demam. Tempra forte dapat digunakan untuk anak-anak usia enam tahun ke atas.

Jika dalam dua hari demam masih berlanjut maka segera konsultasikan dengan dokter. Penggunaan parasetamol secara berlebih dan dalam jangka waktu lama dapat menyebabkan kerusakan hati.


 Artikel ini diikutsertakan dalam lomba blog yang diselenggarakan oleh Blogger Perempuan Network dan Tempra.


Minggu, 24 Desember 2017

Review Gamis Seply dari Ethica



Saya bukan perempuan yang senang memakai gamis. Karena menurut saya, gamis itu identik dengan ibuk-ibuk banget. Mendingan sama celana panjanglah, dengan atasan longgar yang menutupi pinggul. Simple dan bisa aktif bergerak. Entah ngejar kereta ataupun pas naik motor. Apalagi ngejar kenangan masa lalu. Kalau nyebut gamis, kok malah kepikirannya ibuk-ibuk yang mau kondangan dengan baju terusan yang banyak manik-manik, mute dan hiasan lainnya yang super duper heboh.

Nah, di acara milad ketiga Blogger Muslimah maren saya dikenalkan dengan gamis Seply dari Ethica. Ethica adalah brand pakaian yang berdiri sejak sepuluh tahun lalu. Produk Ethica terdiri dari bermacam koleksi kayak  dress, gamis, atasan-bawahan, shirt, rok, outer, inner, scarf, hijab berbagai model, dan banyak lagi. Brand ini menunjukkan esensi konsep melalui kekuatan warna, variasi motif, design simple, dan matching yang terdiri atas paduan kain kaos terpilih dan kain katun berkualitas.

Beberapa brand fashion Ethica  ;

Ethica : Koleksi fashion variatif berbagai untuk pria, wanita, dewasa hingga anak-anak. Webnya dapat dilihat di www.ethicafashion.com







Seply : Busana wanita untuk mudi-mudi yang aktif dan dinamis. Desainnya ramah busui. Tapi tetap pantas dikenakan sama remaja. www.seply.id





Ohya : Urban style, modelnya kekinian dan modern.  www.ohya.co.id, produk Ohya tersedia di seluruh cabang Hijabstory dan Colour Hijab seluruh Indonesia.







Kagumi : Busana elegan untuk wanita dewasa.






Kahfi : Busana pria dewasa trendi. www.kahfi.co.id






Dah saya pun berkenalan dengan gamis Gissel dari brand Seply.






Pandangan pertama, desain gamis ini simple dan sederhana. Kombinasi dua warna hitam dan biru muda di bagian depan membuatnya terlihat up to date. Cocok untuk perempuan yang memiliki banyak aktivitas namun ingin tetap terlihat syar'i. Bahannya terbuat dari katun kasiana. Ringan, adem dan nyaman dikenakan.  

Bentuk leher bulat dengan kerah yang unik karena ujungnya berjarak, jadi ngga rapat gitu. Kancing-kancing berderet miring di bagian depan sehingga memudahkan untuk para busui. Deretan kancing ini berakhir di balik kerah unik tersebut.




Terdapat saku di bagian kanan gamis yang ditandai dengan sebuah list bercorak kekinian.
Kancing yang terdapat di pergelangan tangan memudahkan untuk mengambil wudhu. Dan kalau diperhatikan, ternyata detail yang berada di pergelangan tangan tersebut berbeda untuk kiri dan kanan.




Untuk bagian bawah tidak terlalu lebar, namun cukup nyaman untuk melangkah. Bagi sista-sista yang sering naik-turun baswei tidak akan membuat ribet.

Bagian bawah juga terdapat hiasan dengan corak yang senada dengan pergelangan tangan.




Ketika dikenakan pun, gamis ini cukup nyaman dirasakan. Ringan, adem, namun tidak membentuk lekuk tubuh. Desain yang simple, tanpa manik-manik berlebihan tak membuat rempong pemakainya. 






Dengan banderol harga sekitar 200k, dan spesifikasi seperti yang saya sebutkan tadi, rasanya gamis Seply ini tergolong murceu alias ringan di kantong. Apalagi Ethica pun kadang kala memberikan harga promo di setiap produknya. Tambah pas Harbolnas maren, diskonnya bisa sampai 50 persen, Sista...

Kalau penasaran dengan penampakan aseli dari produk-produk Ethica, bisa kunjungi storenya di TKP-TKP berikut :

Bandung : Jl. Buah Batu No.248 A Bandung- Jawa Barat

Makassar : Jl. AP. Petarani Blok 4 Makassar Sulawesi Selatan

Cimahi : Jl. Amir Mahmud Hook Sangkuriang No. 2 Cimahi

Garut : Jl.Guntur Ruko IBC Blok D No. 6 Seberang Ramayana Garut

Palembang : Jl. Mayor Zen (samping Megamart PT. PUSRI), Sei Selayur, Kalidoni, Kota Palembang, Sumatera Selatan

Malang : Jl, MT. Haryono Ruko Dinoyo Megah Kav. 8 Dinoyo Malang

Ethica juga menawarkan peluang bisnisnya yang berkonsep franchise. Kerjasama ini pure investasi barang, jadi mitra bisnis tidak mendapatkan royalti fee. Tapi dalam kurun waktu kurang dari 1,5 tahun, mitra dari Ethica sudah bisa mendapatkan BEP. 3 paket investasi yang ditawarkan oleh Ethica mulai dari 300 juta hngga 500 juta. Tentunya ini disesuaikan dengan luas lokasi dan jumlah distribusi barang.

Tidak perlu lah khawatir merugi karena Brand Ethica telah memperoleh penghargaan Rising Business Awards 2017. sudah jaminan mutu, khann.