Jumat, 16 Februari 2018

Haru Biru Meet Up Blogger Muslimah Bersama Teteh Khadija



Usia 0-13 tahun dekatkan anak dengan agama. Maka ketika suatu hari nanti ia tersesat dan ingin kembali, ia sudah tahu jalan pulang.

Demikianlah salah satu pesan teteh Khadija atau yang selama ini lebih dikenal sebagai Peggy Melati Sukma.

Bertempat di Proxsis, yang beralamat di gedung Permata, Kuningan, kali ini Blogger Muslimah Meet Up mengambil tema 'Muslimah Berdaya dan Menginspirasi'.



Meskipun sempat macet di sekitaran halte busway Kuningan Timur, Alhamdulillah saya bisa tiba sebelum acara dimulai. Malah suasana di Proxsis masih sepi. Hanya panitia dan beberapa rekan blogger yang sudah tiba. Alhamdulillah dilancarkan. Hehehee.

Masih sepi, euy



Suasana Proxsis masih sama ketika saya pertama kali datang pada acara Milad Blogger Muslimah kemarin. Menyenangkan dan bikin betah.

Ngga nyangka bisa balik ke mari lagi

Begitu tiba, para peserta diberikan goodie bag berisi sebuah hijab dari Hijab Alsa , lengkap dengan brosnya. Hijab bolak-balik dua lapis ini saya pikir akan terasa terasa tidak nyaman, tapi ternyata saya salah. Hijab dengan kombinasi warna hitam-abu justru membungkus kepala saya dengan begitu cantik. Bentuk dahi-nya tidak mletot-mletot. Juga tidak membuat telinga pengang karena ketebalan bahannya. Selain syar'i, hijab ini juga tetap membuat pemakainya modis. Ketika melipat hijab menjadi segitiga, ujung bagian dalam dilebihkan sedikit dari bagian luar, maka hijab kombinasi warna hitam-abu pun membuat pemakainya terlihat cantik. Koleksi lain dari Hijab Alsa bisa dipantengin di ignya @rumahhijab_alsa.



Jam 09.30 acara dibuka oleh MC Fara Alfaza alias Mbak Echa. Dimulai dengan perkenalan dari para peserta Meet Up dengan cara yang unik. Para peserta diminta memperkenalkan diri lalu menyebutkan nama teman-teman yang sudah memperkenalkan diri sebelumnya. Begitu terus hingga sampai pada peserta terakhir.

Sampe komat-kamit hapalin nama teman-teman lainnya, giliran ditanya buyaarrr semua

Mbak Echa juga memberikan hadiah kepada seorang peserta yang tiba paling awal., yaitu Mbak Amelia yang datang jauh-jauh dari Cikupa, Tangerang.

Selamat yaa, Mbak Amel. Perjuanganmu tak sia-sia. hihihii

Setelah kehebohan games dan bagi-bagi hadiah buku, maka acara dimulai dengan sambutan dari Blogger Muslimah Indonesia.


Pada 2018 ini Blogger Muslimah akan mengadakan enam program, yaituuuu:

  1. Meet Up. Seperti yang kini tengah berlangsung. Blogger Muslimah berusaha menghadirkan pada nara sumber yang menginspirasi. Meskipun hal itu agak sulit, mengingat jadwal nara sumber yang sangat padat.
  2. Program Edu Visit Muslimah, seperti mengadakan kunjungan ke kantor media cetak, media online. Bagaimana kode etik dalam menulis, dan lainnya.
  3. Kepribadian Muslimah. Yang ini masih berlangsung dalam group Facebook yang dipandu oleh teteh Ratih Sophie Azizah.  Materi kepribadian muslimah ini membahas dari sisi psikologis dan keagamaan.
  4. Pos Tematik, dengan tema yang berganti setiap bulan.
  5. Program kepenulisan. Program ini sedang digodok hingga program kepenulisan dalam group bisa lebih  interaktif.
  6. Muslimah Trip. Yeayy, ini yang bikin gerr para peserta, termasuk saya. Hahahaa. Penting banget dunk bagi seorang muslimah untuk jalan-jalan. Karena selain dapat mengenal kehidupan di tempat lain, traveling juga dapat  dapat melatih fisik, hati, dan akal. Juga mensyukuri segala ciptakan Allah.



Sambutan dari Proxsis sendiri selaku tuan rumah diwakili oleh Ibu Veny Ferawaty Nirmala Sari selaku Direktur Proxsis IT. Beliau membeberkan program-program dari IT Learning Center yang dimiliki oleh Proxsis, seperti :

  • ITLC Community Meet Up, yaitu menyediakan fasilitas tempat untuk komunitas yang ingin mengadakan acara off air, seperti kopdaran atau Meet Up.
  • ITLC Expert Presents, menyediakan pembicara handal yang berkompeten di bidang per-IT an.
  • ITLC Start Up Incubator, yang akan membantu dalam hal perencanaan bisnis dan usaha di bidang IT.
Cukup menghubungi mereka di cs@itlearningcenter.id.



Akhirnya, yang ditunggu pun tiba. Dengan mengenakan gamis berwarna biru, kerudung cokelat muda dan niqab cokelat tua, kehadiran teteh Khadija langsung menghipnotis para peserta Meet Up. Setelah pembacaan profil singkat Teteh Khadija yang dituturkan oleh Uni Novia, maka dimulailah sesi sharing kami.
Hanya dengan satu pertanyaan, “Bagaimana sih, Teh, perjalanan hijrahnya?” maka mengalirlah cerita proses jatuh-bangunnya hijrah seorang Peggy Melati Sukma yang kini lebih dikenal dengan nama 'Teteh Khadija'. Dari intonasi dan suaranya yang terdengar lincah terlihat sekali kecerdasan Teteh Khadija. Para peserta tidak ada yang bersuara. Semua tertegun mendengar penuturan kisah hijrah beliau.



Teteh Khadija menyebutkan jika dirinya mengalami empat fase dalam hijrahnya tersebut.

Usia 0-13 tahun

Teteh Khadija menjalani kehidupan yang normal di fase ini.  Beliau dibesarkan dalam keluarga sederhana yang begitu dekat dengan agama. Bahkan beliau pernah memenangkan lomba MTQ tingkat Nasional. Karena itu Teteh berpesan agar para ibu membekali anaknya dengan agama. Seseorang yang tersesat akan lebih mudah menemukan jalan pulang jika pernah diajarkan agama, dibandingkan dengan ia yang tidak pernah mengenal agama. Meskipun terlupakan, pada hakikatnya Alquran yang pernah dibaca akan meresap ke dalam jiwa seseorang.

Usia Remaja

Di usia ini Teteh Khadija mulai menyadari bakatnya. Ia mulai mengikuti berbagai audisi dan selalu lolos. Almarhum Arifin C. Nur adalah sutradara pertama yang bekerja sama dengan Teteh Khadija. Dari sana Allah buka pintu popularitas sehingga masyarakat mulai mengenal Peggy Melati Sukma. Berbagai peran dan sinetron mulai membanjiri kehidupannya dan membuatnya jauh dari agama. Nasehat orang tua pun ia abaikan karena tersihir oleh popularitas dunia. Ia merasa telah memiliki segalanya, padahal saaat itu berada dalam keadaan istijrat.
Jika perintah Allah tidak diikuti, maka Allah akan membuka semua pintu kesenangan, inilah yang disebut dengan istidraj.

Masa Transisi

Adalah masa-masa terberat Teteh Khadija. Di kala itu cobaan Allah bertubi-tubi menghantam kehidupannya. Popularitas menurun. Rumah tangga berantakan. Usaha pun gagal. Saat itulah ia mulai kembali mengingat Allah. Teteh Khadija mulai membangun hubungan dengan Allah. Memperbaiki kuantitas dan kualitas dari ibadah-ibadahnya.

Hijrah

Teteh Khadija masih dan akan terus berhijrah. Karena hijrah itu sendiri adalah sebuah perjalanan manusia. Arti hijrah adalah meninggalkan sesuatu yang buruk, menuju hal yang baik. Meninggalkan larangan, menuju perintah Allah. Jika seseorang hanya meninggalkan suatu keburukan, ia belum layak disebut berhijrah.  Hijab yang dikenakan seorang perempuan bukanlah hijrah. Justru itu adalah proposal kepada Allah agar berkenan menggenapkan hijrahnya. Maka Teteh Khadija masih dan akan terus memperbaiki diri.


Terpukau sama tutur kata Teteh Khadija

Sesi sharing ditutup dengan pembacaan Ayat Alquran yang dilantunkan oleh Teteh Khadija sendiri. Surah Al-Waqiah terdengar begitu syahdu, membuat para peserta terpikat. Bahkan ada beberapa yang menahan haru.



Selesai sharing, para peserta diizinkan untuk menikmati sajian di meja bundar yang berisi pot luck yang dibawa tiap peserta. Lengkap banget deh. Dari mulai gorengan sampai buah.



Terdapat juga Ahmah Cake. Egg sponge cake asal Singapore yang banyak penggemarnya di Indonesia. Cake lembut ini fresh from the oven dengan waktu pembuatan sekitar 90 menit (Dan begitu jadi selalu langsung diserbu pengemar). Jadi kamu harus memesan tiga jam sebelumnya agar tidak kehabisan, yaa. Ig @ahmahcakeindonesia 

Dipilih, dipilih, dipilih

Versi jumbo Ahmah Cake. Nyammi..

Sesi terakhir dari Meet Up  kali ini adalah pembagian hadiah yang dipersembahkan oleh Shalira Syar’i. Produsen gamis dan khimar yang syar'i. Intip-intip koleksinya di ig  @ shalirasyar.i.








Alhamdulillah, acara Meet Up Blogger Muslimah berjalan dengan lancar dan sukses, dengan haru biru perjalanan seorang Teteh Khadija. Semoga di lain kesempatan masih bisa mengikuti acara Meet Up yang diadakan oleh Blogger Muslimah lagi.


Huwaa ... Ngga kebagian tempat buat ikutan selpi



Moga sukses dunia-akhirat ya Teh :)





Reaksi:

3 komentar:

  1. Semoga kita bisa terus memperbaiki diri jadi lebih baik lagi, terinspirasi dari Teh Khadija ini ya Mbak :)

    BalasHapus
  2. Meet up yg penuh makna dan ilmu.

    BalasHapus
  3. Alhamdulillah banyak dpt ilmu dan energi positif ya mba

    BalasHapus