Selasa, 22 November 2016

Irama

Foto by Pinterest

Esme berjalan hati-hati agar tidak terpeleset salju yang mulai mencair. Jaket tebal yang menutupi kepala hingga lututnya tidak dapat melawan dingin, tapi tak diacuhkan perempuan itu. Ia lebih peduli pada kotak besar dalam pelukan, sebuah saksofone tua yang baru dibelinya dari toko barang bekas setelah pulang bekerja tadi.

Setiap hari ia mengunjungi toko tersebut. Memohon kepada pemiliknya agar tidak menjual saksofone itu pada orang lain. Esme akan membelinya, jika uangnya telah mencukupi. Ia akan memberikan barang berharga itu untuk sang anak.

Perasaan Esme menghangat ketika mengingat remaja tanggung tersebut. Terkenang ketika anak lelaki itu meminjam saksofone milik Ben, si pemusik jalanan, lalu memainkan iramanya yang menyenangkan hati. Ketika itu, beberapa orang yang mendengarnya segera berkumpul mengelilingi sang anak. Menatapnya dengan rupa kagum. Membuat Esme terharu.

Anaknya harus menjadi pemusik besar! Itu yang selalu ditekadkan perempuan tersebut. Ia akan melakukan apapun untuk mewujudkannya. bahkan jika harus menjual diri kepada setan pun mungkin akan ia lakukan.

Anak lelakinya memang memiliki bakat yang sempurna dari lelaki itu. Lelaki yang membuai Esme dengan janji madu, lalu meninggalkan perempuan itu setelah puas menitip benih.
Esme masih sering melihatnya di televisi. Di tayangan gosip yang memberitakan tentang kekasih baru lelaki tersebut. Ia bahkan menyimpan beberapa keping CD konser pria tersebut. Menontonnya sendirian kala kerinduan datang tak diduga ...

Pintu rumahnya terbuka setelah Esme mengetuk beberapa kali. Seorang anak lelaki menyambut dengan senyuman. Ia segera masuk lalu menutup pintu rapat-rapat. Esme menyerahkan kotak di tangannya, yang segera dibuka oleh sang anak. Remaja tanggung itu berseru riang ketika mendapatkan alat musik kesukaannya. Tapi ia tertegun ketika sang ibu melepaskan mantel yang membungkus tubuhnya.

"Ke mana perginya rambutmu, Bu?" Esme tersenyum pada sang anak. Teringat rambut pirang panjang indahnya yang dihargai beberapa puluh dollar oleh pemilik salon tempatnya bekerja.

Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar