Rabu, 11 November 2015

Mengenal TB Paru

Foto by Google



Tuberculosis adalah penyakit kronis yang disebabkan oleh mycobacterium tuberculosis. Dulu orang- orang menyebutnya TBC, sekarang lebih sering disingkat jadi penyakit TB.
Tuberculosis tidak hanya menyerang paru-paru saja, tapi juga bisa menyerang kelenjar, mata, perut, tulang, bahkan ginjal.
Dulu penyakit ini dianggap sebagai penyakit memalukan. Jika seseorang terkena tuberkulosis, kemungkinan akan dijauhi oleh sekitarnya. Tapi di zaman sekarang, dengan udara yang semakin penuh polusi, kemungkinan semua orang dari segala usia dan tingkat stratakehidupan bisa terkena penyakit ini.

Tanda-tanda seseorang dengan TB paru positif;
1. Batuk lebih dari 3 minggu. Apalagi disertai batuk darah.
2. Berat badan tidak naik. Malah cenderung turun.
3. Sering demam dan berlangsung lama (maksudnya sampai beberapa minggu/bulan)
4. Ada keluarga dekat yang mengidap TB paru juga.

TB sempat dianggap sebagai penyakit keturunan. Jika seorang ayah terkenan tuberkulosis, maka kemungkinan besar anak-istrinya akan tertular juga.  Ini bisa jadi karena sang ayah membuang dahak atau ludahnya secara sembarangan, sehingga bisa menularkan pada orang terdekat.


Test Mantoux

Test Mantoux digunakan untuk memastikan seseorang terkena TB atau tidak. Jika hasilnya positif, maka di bekas suntikan  ada tanda berwarna kemerahan berukuran lebih dari 10 mm (kurang-lebih seukuran kelereng)

TB positif juga bisa dicek dari hasil laboratorium. Penderita Tuberculosis mempunyai Laju Endap Darah  yang tinggi.
TB paru pun bisa dideteksi dengan bantuan sinar X (rontgen)


Obat-obatan  TB;
^ Rifampisin.
Sediaannya ada yang 300, 450, dan 600 mg. Dosis tergantung berat badan. Rifampisin menyebabkan mual, jadi sebaiknya diminum pagi atau siang sebelum makan. Efek samping lainnya juga membuat urine, keringat, dan bahkan mata menjadi merah.

^ Isoniazid
Disebut juga INH. Diminum pagi atau siang setelah makan. Efek sampingnya adalah rasa kesemutan di tangan dan kaki. Biasanya dikombinasikan dengan pyridoxin (vit B6).

^ Pyrazinamide
Diminum 2-3 kali sehari sesudah makan. Efek sampingnya adalah rasa nyeri di persendian. Jika pasien mengeluhkan hal ini, biasanya dokter akan memberikan obat pereda nyeri.

^ Etambutol
Efek sampingnya berhubungan dengan gangguan penglihatan.


Pada hari-hari pertama pengobatan, pasien mulai merasakan efek samping obat, seperti; mual, lemas, pandangan memburam.
Karena itu sebaiknya pasien mengkonsumsi vitamin.

Jika batuk darah masih terjadi juga, biasanya diberikan asam traneksamat untuk menghentikan batuk darahnya dan vitamin K guna pembentukan sel darah baru.

Setelah dua minggu pengobatan, biasanya gejala penyakit akan menghilang. Dan setelah dua hingga enam minggu, pasien tidak bisa  menularkan penyakitnya lagi ke orang lain. Inilah yang membuat pasien merasa dirinya sudah sembuh dan enggan minum obat lagi. Dan, ketika ketika akhirnya kambuh kembali, terpaksa harus menggunakan obat- obatan TB lini ke-2

Pengobatan TB membutuhkan waktu yang lama dalam pengobatannya, hal ini kadang membuat pasien jenuh minum obat. Karena itu dibutuhkan peran serta keluarga atau orang terdekat untuk mengawasi jadwal minum obat.

Setelah enam sampai sembilan bulan pengobatan, pasien akan diminta untuk cek lab atau rontgen kembali untuk melihat perkembangan kesembuhannya.

Setelah sembuh, sebaiknya pasien menjalani pola hidup sehat, berhenti merokok, dan mengkonsumsi makanan bergizi. Karena tidak menutup kemungkinan, bakteri yang sudah dilumpuhkan bisa datang kembali.


*Dari berbagai sumber



Reaksi:

3 komentar:

  1. saya pernah terapi obat TB selama 6 bulan taun 2012, alhamdulillah langsung sembuh karena gak pernah telat minum obat

    BalasHapus
    Balasan
    1. Memang harus rutin, mbaa. Alhamdulillah sudah sembuh. Terima kasih sudah mampir :)

      Hapus
    2. Memang harus rutin, mbaa. Alhamdulillah sudah sembuh. Terima kasih sudah mampir :)

      Hapus