Sabtu, 24 Oktober 2015

Kembang Gula

Foto by Google








Suara bel berbunyi ketika kau masuk ke sebuah minimart.

Seorang karyawan perempuan di belakang meja kasir mengucapkan selamat datang tapi kau tidak mengacuhkannya.

Kau mengedarkan pandangan dari balik kacamata hitam, tidak ada pelanggan di dalam minimart. Hari memang tengah terik, dan kau tahu itu membuat orang malas keluar rumah untuk sekedar berbelanja.

Lambat laun, kau juga tersadar, karyawan minimart pun hanya perempuan itu seorang. Pikirmu menebak, mungkin temannya sedang ke gudang atau istirahat.

Sepatu tinggi tujuh sentimu menuju rak berisi obat-obatan. sekilas matamu membaca selembar kertas yang tertempel di sana; "Segala Bentuk Pencurian Akan Dilaporkan Kepada Pihak Berwajib."

Jala matamu melihat sebentar obat-obat bebas yang ditata di sana lalu berbalik meninggalkan rak itu dan berjalan ke lemari pendingin yang berisi minuman.

Sebotol minuman bersoda kau ambil dengan anggun lalu menuju ke meja kasir. Pandanganmu melecehkan pada karyawan perempuan yang kini tersenyum menyambut dan mulai melayanimu dengan ramah.

Kau hanya menggeleng ketika ia menanyakan kartu member dan menawarkan program-program diskon. Bahkan kau diam tanpa ekspresi ketika gadis itu menawarkan isi pulsa.

Matamu berbinar aneh melihat deretan permen kenyal. Permen kesukaanmu ketika kecil dulu. Tiba-tiba kau ingin mengunyah permen itu sambil mengenang masa lalu.

Seketika lamunmu buyar mendengar sang kasir menyebutkan total harga yang harus kau bayar : tujuh ribu delapan ratus rupiah.

Kau mengeluarkan selembar dua puluh ribu yang masih mulus dari dalam dompet kulit mahal. Kau perhatikan matanya yang memandang iri jari-jari putihmu yang lentik dan berkutek merah manyala.

Kau memandang jemu ketika kasir menghitung kembalian dengan ketelitian berlebihan dan menyerahkannya sambil tersenyum ramah padamu.

Tanpa menjawab ucapan terimakasih darinya, kau segera berbalik dan mendorong pintu kaca, lalu menuju mobilmu.

Kau masuk ke dalam mobil, duduk di balik setir. Membuka botol minuman, lalu meneguk isinya sementara satu tanganmu sibuk mencari saluran musik di radio.

Lantas kau teringat sesuatu, lalu membuka dompet dan mengambil sebungkus permen dari dalamnya. Permen kenyal kesukaanmu ketika kecil dulu.

Kau mengingat saat jarimu bergerak lincah memasukkan permen itu ke dalam dompet ketika kasir perempuan menghitung kembalian tadi.

Kau memasukkan sebutir permen ke dalam mulut, lalu bersenandung sambil menyalakan mobil.

Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar