Senin, 02 November 2015

Cerita Kala Senja

Foto by Google





Di kejauhan terlihat seorang nelayan dan anaknya menarik perahu kecil mereka ke pinggir pantai. Tidak banyak ikan yang mereka tangkap hari ini, tapi setidaknya cukup untuk makan keluarga di rumah.

"Cepat, kita harus segera pulang." Sang ayah berkata sambil menoleh sekilas pada senja yang mulai tenggelam.

"Kenapa, Yah?"
"Biasanya, saat senja warna lembayung seperti ini, dia akan muncul." Jawab sang ayah.

"Dia? siapa dia? Si anak yang beranjak remaja makin terlihat bingung melihat ayahnya terburu-buru membereskan peralatan mereka.

" Eh, kau belum tahu, Nak?" Lelaki bertubuh kekar karena tempaan laut menatap tak percaya.

"Itu kan cerita turun-temurun di desa kita." Si anak hanya menggeleng tapi penuh rasa ingin tahu.

Sang ayah memulai ceritanya ....

"Dahulu kala, ada sepasang pengantin yang baru menikah. Suatu hari sang suami pergi menjala ikan di tengah laut, tapi yang kembali hanya sampannya. Sang isteri tidak bisa menerima kenyataan kalau suaminya menghilang di laut. Setiap sore, ia datang ke pantai. Menanti sang kekasih yang berlayar dan tak pernah kembali.

Setiap kali keluarganya membawanya pulang, setiap kali itu pula ia kembali ke pantai. Lalu suatu hari, tanpa diketahui siapapun, ia berhasil menenggelamkan diri, tapi laut mengembalikan jasadnya. Entah apakah ia berhasil menemukan kerangka kekasihnya atau tidak di laut dalam...."

"Kasihan sekali mereka." Iba hati si anak nelayan.

"Yang lebih menyedihkan adalah, sejak itu, di kala senja warna lembayung seperti ini, orang-orang sering melihat seorang perempuan berdiri di atas karang, memandang ke lepas pantai. Lalu ia akan menyanyikan sebuah kidung cinta menyayat hati. Suaranya bahkan bisa didengar oleh para nelayan yang sedang berada di tengah laut. Membuat mereka terhipnotis, lalu menceburkan diri ke dalam laut."

" Bukankah memang tidak baik jika berada di luar ketika menjelang maghrib seperti ini?"

"Kau benar Nak, memang tidak baik berada di luar ketika senja. Kita pun harus segera pulang."

Remaja tanggung bergegas membantu sang ayah membawakan peralatan mereka lalu meninggalkan pantai.

Mereka tidak sadar berpapasan dengan seorang gadis berambut panjang yang berjalan sendirian ke bibir pantai.

Lama, gadis itu memandang laut penuh kerinduan, lalu mulai mendendangkan kidung cintanya.

Tiba-tiba ia terdiam, lalu perlahan langkah kakinya menuju ke arah laut.
-oOo-

Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar